Merinding…Jutaan Orang Menangis…Ayah Orang Kaya, Tapi Anaknya Membuat Ayahnya Malu? Kenapa?

Merinding…Jutaan Orang Menangis…Ayah Orang Kaya, Tapi Anaknya Membuat Ayahnya Malu? Kenapa?

Merinding...Jutaan Orang Menangis...Ayah Orang Kaya, Tapi Anaknya Membuat Ayahnya Malu? Kenapa?
Merinding…Jutaan Orang Menangis…Ayah Orang Kaya, Tapi Anaknya Membuat Ayahnya Malu? Kenapa?

Tonton Yuk Video nya….

KISAH NYATA MENGGUGAH JIWA. Diceritakan oleh Seorang Khatib ketika Khutbah Jum’at…

Seorang anak berumur 10 tahun namanya Umar. Dia anak pengusaha sukses yang kaya raya, Oleh Ayahnya Umar di sekolakan di SD Internsional paling bergengsi di Jakarta.

Tentu bisa diteak bayarnya spp sangat mahal. Tapi bagi si pengusaha, tentunya bukan suatu masalah karena uangnya berlimpah

Si Ayah berfikir bahwa anaknya harus mendapatkan bekal pendidikan terbaik di semua jenjang, agar anaknya kelak menjadi orang yang suksses mengikuti jejaknya.

Suatu Hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si Ayah di undang menghadiri “Father’s Day” di sekolah Umar.

Waduh saya sibuk mah, kamu aja deh yang datang…begini ucap si ayah kepada istrinya..

Bagi dia acara seperti ini sangat nggak penting, dibanding urusan bisnis besarnya…

Tapi kali ini istrinya marah dan mengancam, sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..

Dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya, sendang anak-anak yang lain selalu didampingi ayahnya…

Nah karena diancam isterinya, akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah-ogahan. Father’s day adalah acara yang dikemas khusus dimana anak-anak saling unjuk kemampuan di depan ayah-ayahnya…

Karena ayah si uamar ogah-ogahan maka dia memilih duduk paling belakang, sementara para ayah yang lain terutama yang muda-muda berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak-anaknya yang akan tampil di panggung..

Satu persatu anak-anak menampilkan bakat dan kebolehannya masing-masing. Ada yang menyanyi, menari, membaca puisi, pantomim.

Ada pula yang pemerkan lukisannya, dll. Semua mendapatkan applause yang gegap gempita dari ayah-ayah mereka, Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya…

Miss, bolehkan saya panggil Pak Arief, tanya si Umar kepada gurunya, Pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu.

Oh boleh..begitu jawab gurunya,,,

Dan Pak Arief pun dipanggil ke panggung. Pak Arief bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (ANaba) begitu Umar minta kepada guru ngajinya

Tentu saja boleh nak, jawab Pak Arief. Tolong Bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yang salah…

Lalu si Umar mulai melanjutkan QS An-Naba tanpa membaca mushafatnya (hapalan) dengan lantunan irama yang persis seperti bacaan…nah kisah selanjutnya silahkan tonton videonya…

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *